Tampilkan postingan dengan label Kutipan Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kutipan Berita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Oktober 2012

KEGIATAN PARENTING DI PAUD CITRA AL MADINA : Berdayakan Orangtua, Dukung Pembelajaran


SINGGALANG : PADANG — Keterlibatan orangtua dalam lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD), dinilai cukup urgen. Guna mewujudkan pembelajaran yang optimal di masa usia emas itu, tidak bisa sepenuhnya berharap pada lembaga sekolah saja, tapi kontribusi orangtua memiliki peran cukup penting. Pendapat tersebut dikemukakan Kepala TK Citra Al Madina, Padang, Imla Wifra, dalam perbincangan dengan Singgalang. Menurutnya, ke depan, penyelenggaraan pendidikan dengan memberdayakan orangtua (parenting education), merupakan sebuah solusi guna meningkatkan mutu pendidikan sejak usia dini. “Untuk itu, terkait kegiatan parenting dimaksud, PAUD Citra Al Madina telah dan akan melakukan sejumlah kegiatan,” ucap Imla. Dikatakannya, kegiatan yang telah dilakukan tersebut seperti keterlibatan orangtua dalam lomba alat permaian edukatif, terkait peringatan Hari Ibu beberapa waktu lalu. Kemudian juga ada dialog yang pesertanya orangtua dan guru mendatangkan narasumber berkompeten, yakni Dr. Dadan Suryana dari UNP, mengambil tema terkait peran orangtua dalam menanamkan pendidikan karakter sejak usia dini. 

“Besok (hari ini—red), kita kembali mendatangkan nara sumber yakni Dr Yuliana, yang bakal membahas bagaimana menjadi orangtua yang cerdas guna mewujudkan anak berkualitas,” jelas Imla, didampingi Wakil Kepala Sekolah, Vivit Risnawati. Melalui dialog dan materi dari pihak berkompeten dimaksud, menurut Imla, diharapkan orangtua kian memahami tentang penting dan signifikannya pendidikan akan usia dini. Sebelumnya,  juga telah dilakukan kegiatan keluar berupa out bond naik kereta api dari Padang ke Pantai Gandoriah, Pariaman. Di Pariaman pun diadakan dialog dengan orangtua, bahkan adapula permainan berkreativitas dengan plastisin yang dilakukan orangtua bersama anak-anak. Disebutkan, sejumlah kegiatan perenting lainnya yang bakal dilaksanakan, di antaranya berupa parent’s day class, di mana keterlibatan orangtua mengajar di kelas anak mereka masing-masing. Lalu ada lagi, pembahasan seputar IQ, kunjungan lapangan dan membahas perkembangan kesehatan anak. “Intinya, melalui kegiatan parenting ini, semoga terjalin kerjasama yang harmonis antara orangtua dengan pendidik, guna meningkatkan mutu pembelajaran di lembaga PAUD itu sendiri,” jelas Imla Wifra. Seperti diketahui, PAUD Citra Al Madina yang beralamat di Jl. Purus I itu, selain Taman Kanak-kanak (TK), juga menyelenggarakan TPA dan Play Group.

Murid PAUD Citra Al Madina Outing ke Batalyon 133


PADANG – Guna mendekatkan berbagai hal menarik yang bernilai edukatif di luar kelas, puluhan murid Taman Kanak-kanak (TK) Citra Al Madina, Padang, melakukan kunjungan lapangan (outing) ke Batalyon Infantri 133/Yudha Sakti, baru-baru ini. “Ini merupakan satu cara mengenal lebih dekat profesi dan tugas seseorang atau lembaga, yang disinkronkan dalam pembelajaran tema pekerjaan,” kata Kepala TK Citra Al Madina, Imla Wifra, kepada Singgalang, Minggu (10/6). Menurutnya, Batalyon yang terletak di Air Tawar itu, jelas dihuni para tentara, sebagai abdi negara. Makanya, kata Imla didampingi Wakil Kepala Vivit Risnawati, tak salah jika anak-anak sejak dini dikenalkan sosok tentara tersebut, yang juga bagian dari salah satu profesi pekerjaan yang diajarkan kepada anak-anak.

Sosok tentara yang selama ini dikenal “garang”, ternyata hal itu termentahkan saat anak-anak disambut dengan santun oleh aparat militer berbaju loreng itu. “Kita jelaskan pada anak-anak, bahwa tentara itu bukan untuk ditakuti. Tentara adalah sosok yang membela negara, mengayomi rakyat,” jelas Imla.  Alhasil, komunikasi yang dijalin saat anak-anak ke sana yang didampingi sejumlah aparat itu, dinilai cukup positif. Apalagi, murid TK yang terletak di Jl Purus I itu, pun diajak berkeliling-keliling untuk mengetahui berbagai hal.

(c) Singgalang

Kamis, 06 Oktober 2011

Emma Yohanna : "PAUD itu Penting"


Sebelum masuk Sekolah Dasar (SD) sangatlah penting anak mengikuti dulu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Di usia dini, PAUD akan memberikan rangsangan terhadap otak anak yang mau masuk ke Sekolah Dasar, dalam menunjang kreativitas dan perkembangan emosional ketika beranjak dewasa. Emma Yohana Anggota DPD RI dari Komite III sekaligus Ketua Yayasan Citra Al Madina, mengatakan, PAUD adalah pendidikan sebelum memasuki pendidikan dasar yang merupakan pembinaan sejak dini yang dari lahir sampai dengan usia enam tahun. "Dengan PAUD secara tidak langsung anak diberikan rangsangan pendidikan agar pertumbuhan dan perkembangan jasmani serta rohani,” ujarnya.

Penerapan pendidikan menitikberatkan kepada pertumbuhan anak dan perkembangan fisik dengan koordinasi motorik halus dan kasar. “Juga melatih kecerdasan seperti daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual, sosiologi emosional dalam pembentukan sikap, juga perilaku serta agama," ungkap Emma.

Rabu, 01 Desember 2010

Ketua Yayasan Citra Almadina Padang Kunjungi Sumiati

Pekan lalu, sebanyak lima Senator menjenguk Sumiati di RS King Fahad, Madinah, Arab Saudi yang disiksa majikannya itu. Ke lima senator tersebut yakni Hj. Emma Yohanna dari Sumatera Barat, Ahmad Jajuli dari Lampung, Wahidin Ismail dari Papua Barat, Anna Latuconsina dari Maluku, Muh Syibli Sahbuddin dari Sulawesi Barat. “Kita berharap dan mengusulkan kepada pimpinan DPD RI agar seluruh anggota DPD RI dapat menyumbang bantuan dana untuk Sumiati," ucap anggota DPD RI asal Sumatera Barat Hj Emma Yohanna saat dihubungi www.padang-today.com beberapa saat yang lalu. Menurutnya, keadaan Sumiati saat ini sudah membaik jika dibandingkan dengan sebelum ini. Pihak Arab Saudi mesti bertanggungjawab dalam hal ini. "Sangat sedih dan kasian sekali melihat kondisi Sumiati yang disiksa majikannya itu. Ketika saya melihat dan membuka baju Sumati, betapa terkejutnya saya dipunggungnya terdapat bekas setrikaan. Tidak itu saja, kakinya pun luka-luka".

Luka di wajah Sumiati memang sudah mengering. Walaupun masih ada bekas jahitannya. Bibirnya cukup parah, sehingga bicaranya agak kurang jelas. "Kita akan usahaan sekali bagaimana dapat mencarikan dan memberikan bantuan buat Sumiati untuk meringankan beban yang dihadapinya saat ini," tutup Senator dari Ranah Minangkabau ini.