Tampilkan postingan dengan label Pengabdian Masyarakat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengabdian Masyarakat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 April 2011

Citra Al Madina Latih Tenaga PAUD se-Pasaman Barat

Pasaman Barat (Sumbar), BAKINNews. Didukung oleh Kementerian Pendidikan Nasional dan Dewan Pengurus Kabupaten Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Yayasan Citra Al-Madina Pasaman Barat menyelenggarakan Pelatihan dan Seminar Tenaga Pendidik PAUD se Pasaman Barat di Simpang Empat Kec. Pasaman Kab. Pasaman Barat. Acara yang dilaksanakan pada tanggal 4-5 Februari di Hotel Gucci dan Gedung Pemda Pasaman Barat ini dihadiri oleh lebih kurang 100 orang guru-guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se Pasaman Barat, Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Barat, Asisten I Pemda Pasman Barat, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Pasaman Barat serta pengurus KNPI Pasaman Barat. Pada kesempatan tersebut, Hj. Emma Yohanna selaku Ketua Yayasan Citra Al-Madina sekaligus merupakan salah seorang Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) Daerah Pemilihan Sumatera Barat menyampaikan sambutannya.

Dalam rangka meningkatkan kemajuan pendidikan pada usia dini, maka dirinya secara pribadi sekaligus termasuk elemen pemerintahan merasa terpanggil untuk melakukan pelatihan dan seminar bagi para guru-guru PAUD. Hal ini dikatakannya mengingat besarnya harapan bangsa pada dunia pendidikan. Oleh karena itu, menurut Emma Yohanna, untuk memajukan nila-nilai pendidikan bagi para anak-anak usia dini perlu terlebih dahulu memantapkan mutu tenaga pendidiknya. Dalam konfirmasinya kepada BAKINNews, Sabtu (5/2) Hj. Emma Yohanna didampingi sekretaris pribadinya, Febri S.P mengatakan, “acara ini dapat terselenggara atas kerjasama Kementerian Pendidikan Nasional dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pasaman Barat. Selain itu, kita sama-sama berharap, semoga apa-apa yang diperoleh oleh para guru-guru peserta Pelatihan dan Seminar Tenaga Pendidik PAUD ini dapat terealiasi dilapangan nantinya. Sehingga akan menghasilkan anak-anak usia dini yang intelektual dan kreatif cara berfikir dan belajarnya,” jelas Hj. Emma Yohanna.

Sedangkan yang menjadi narasumber pada acara Pelatihan dan Seminar Tenaga Pendidik PAUD se Pasaman Barat itu adalah Petro Alexi dari Jakarta dan Drs. Johni Nurdin dari Dinas Pendidikan Prop. Sumatera Barat. Selain itu juga hadir narasumber dari Yayasan Citra Al-Madina Padang, Imla Wifra, S.Ag., dan Eriyanti, A.Md. Selaku Panitia, Ketua KNPI Pasaman Barat, Adrianto, S.Ag., mengatakan, dalam sambutannya, “semoga acara ini dapat bermanfaat khususnya bagi kalangan pendidikan anak usia dini.” Selain itu, dirinya juga berharap agar acara yang seperti ini dapat dilakukan secara continiu. Hal ini dikatakannya demi mensukseskan cita-cita bangsa dalam memajukan pendidikan khususnya didaerah pedesaan.

Kamis, 04 November 2010

Emma Yohanna : "Susah Saatnya Perempuan Berperan Aktif"

Mungkin setiap orang akan bertanya kenapa hari Ibu mesti jatuh pada tanggal 22 Desember?. Apa yang diperingati pada tanggal 22 Desember itu?. Kenapa hari Ibu tidak jatuh pada tanggal 21 April, hari lahir Ibu Kartini. Background Histories melandasi peringatan hari Ibu tersebut dengan berkumpulnya para pejuang wanita untuk mengadakan Kongres Perempuan I pada tanggal 22-25 Desember 1928 di kota Yogyakarta. Kongres Perempuan saat ini lebih dikenal dengan Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Namun, organisasi perkumpulan wanita ini sendiri sudah terbentuk sebelumnya sejak tahun 1912 dengan diilhami perjuangan tokoh-tokoh wanita.

Dalam memperingati hari Ibu saat ini, kita mesti mereflikasikannya dalam kehidupan keseharian. Jangan hanya sekedar serimonial semata. Saat ini perempuan mesti mampu memperlihatkan kemampuannya di tengah-tengah masyarakat untuk mengabdikan diri kepada bangsa. Demikian ungkap anggota DPD-RI Periode 2009-2014 Emma Yohanna kepada Padang-Today.Com saat dihubungi via handphone beberapa saat yang lalu. "Sudah saatnya kita bisa untuk mendapatkan hak-hak ikut serta memainkan peran mengabdi kepada masyarakat," ungkap tokoh wanita yang selalu aktif di berbagai kegiatan sosial. Mantan alumni Diniyyah Puteri Padang Panjang, Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol Padang dan STBA Prayoga Padang ini, sejak menjadi mahasiswa, sangat "gandrung" kegiatan-kegiatan sosial dan organisasi perempuan.

Dikatakan Ketua Yayasan Pendidikan Citra Al-Madina Padang ini, masalah kekerasan dalam keluarga yang selalu terjadi mesti kita dijadikan sebagai acuan untuk merubah ke arah lebih baik lagi. Jangan ada lagi diskriminasi dan kekerasan terhadap kaum ibu. Oleh sebab itu, pergunakanlah hak dan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Saat ini kita mesti memperlihatkan kemampuan diri kita. "Sebagai seorang ibu dan meskipun kita sebagai kaum perempuan yang ikut serta dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, kita mesti tahu kapan saat tugas di rumah dan kapan saat beraktifitas sosial di tengah-tengah masyarakat. Terakhir, kita mesti tahu kapan saat berkomunikasi bersama keluarga," tutup seorang Ibu yang pernah berproses sebagai Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Sumatera Barat, Wakil Ketua Forum Anak Usia Dini Sumbar, Wakil Ketua Puskowan Sumbar, Wakil Ketua Ikatan Wanita Keluarga Agam Padang, Wakil Ketua Ikatan Keluarga Pasaman Barat, Wakil Bendahara ICMI Sumbar, Bendahara Iluni IAIN Imam Bonjol Padang, Presidium KAHMI Sumbar, Wakil Ketua HWK Sumbar.

Minggu, 26 Juli 2009

Kepedulian PAUD C@

PADANG, POS METRO – 28 Juni 2009. Kelurahan Puruih Kecamatan Padang Barat seluas 76 hektare (Ha) terkenal dengan Ombak Puruih dan nelayannya. Selain pantainya yang landai, pasir pantainya juga terlihat putih dari kejauhan. Sementara itu, lautnya juga menyimpan kekayaan alam dan ikan sebagai tempat bagi nelayan mengadu nasib dan mencari nafkah. Demikian disampaikan Lurah Puruih, Rifwandi ketika ditemui POSMETRO di kantornya, Senin (28/6). Pada kesempatan itu juga dikatakannya, pantai Puruih kata orang pantai yang indah dan bisa menyaingi pantai-pantai lain yang ada di Kota Padang ini. Sehingga juga termasuk objek wisata unggulan di Kota Padang. Hal itu juga didukung oleh wisata Kuliener. Karena banyaknya rumah makan dan warung yang menyediakan berbagai masakan dan makanan dari laut. Mulai dari ikan hingga udang.


Dikatakan Rifwandi, untuk meningkatkan pendidikan keluarga kurang mampu dan nelayan, pihaknya bekerja sama dengan TK Citra Al Madinah. Disini, anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu dan nelayan digratiskan biaya pendidikannya di TK ini. “Saya berterima kasih kepada pihak Citra Al Madina, khususnya bu Emma Yohanna yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan anak-anak kurang mampu dalam mengecap pendidikan di TK se-kualitas PAUD Citra Al Madina”, demikian kata Lurah Purus. Hal ini sudah dimulai sejak tahun ajaran 2004-2006. Mudah-mudahan akan berlangsung hingga tahun ajaran yang akan datang. Sehingga masyarakat kurang mampu dan nelayan mempunyai pendidikan yang sama dengan yang lainnya (Foto : Lurah Purus)

Sabtu, 27 Juni 2009

Studi Komparasi PAUD Se-Pasaman Barat

Taman Kanak-kanak (TK) Play Group Citra Al-Madina dikunjungi Ikatan Guru TK Kecamatan Sungai Aur Pasaman Barat. Dalam kunjungan tersebut Guru TK diminta untuk berani mempraktekkan kreativitas dalam metode belajar. Yaitu, metode bermain sambil belajar yang diintegrasikan sebagai pendidikan anak mulai dari bercerita, bernyanyi sampai dengan bermain. Kepala TK Citra Almadina Imla Wifra, mengatakan pertemuan tersebut merupakan ajang silaturahmi sekaligus tukar pikiran antar sesama guru TK. Kegiatan yang dihadiri 40 guru TK yang masing-masing merupakan perwakilan 14 TK di Pasaman Barat ini merupakan ajang kedekatan saja. Paling tidak bisa tukar pikiran, katanya kepada Padang TV (Group Padang-Today) Usai pertemuan. Berdesarkan pertemuan itu, Imla Wifra mengakui bahwa guru-guru TK masih belum berani untuk mengembangkan kreativitas itu, meski sebetulnya mereka telah memiliki ilmu dan metode pengajaran yang baik dan merangsang keinginan belajar anak. Sebab, dalam prakteknya para guru cenderung kaku dan marah-marah, katanya.

Ransangan belajar seperti Belajar sambil bermain itu, menurut Imla memang diperlukan semenjak dini. Karena ini berpengaruh pada pertumbuhan anak selanjutnya. �Kalau anak-anak tersebut kurang diberikan permainan dan selalu dipaksa untuk terus belajar dengan metode yang menonton maka anak akan mengalami kejenuhan, kata Imla. Diakui, Imla kalau metode yang ia kembangkan di TK citra Madina pun belum terlalu baik, tetapi setidaknya Imla dengan metode belajar sambil bermain itu telah menandakan adanya pegembangan metode kreativitas yang berarti dan menuntut guru untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada murid-murid.

Sementara itu, Sekretaris IGTK Pasaman Barat, Mayesti mengatakan, usia 0-5 tahun merupakan usia penentu perkembangan anak ke depannya. Jika masa itu anak kurang bahagia maka perkembangan alam pikirannya akan lamban. Makanya, pada usianya ini betul-betul diperlukan asupan kreativitas yaitu belajar sambil bermain, sehingga anak-anak belajar dengan rilek dan tidak kaku. Mayesti bertekat, apa yang ia dapatkan di TK Citra Madina, akan ia konperasi dan kembangkan di Pasaman. Sampai sekarang Pasaman masih jauh tertinggal dibanding TK Citra Madina. Baik dari segi metode balajarnya, maupun sarana dan prasarana. Jadi, ke depan barangkali Citra Madina akan menjadi percontohan beberapa TK yang ada di daerah Pasaman Barat, tukasnya