Tampilkan postingan dengan label Liputan Berita Media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liputan Berita Media. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Juni 2010

Mengajarkan Puisi Kepada Anak-Anak Sedari Dini

Padang, 15/12/2009. Pemilik dan pimpinan Yayasan Pendidikan Citra Almadina Padang yang juga anggota DPD-RI dari daerah pemilihan Sumatra Barat (Sumbar), Hj. Emma Yohana mengatakan, pengenalan puisi sejak dini bagi siswa PAUD dan SD merupakan upaya positif dalam meningkatkan pengetahuan kesusastraan kepada generasi muda. Menulis dan membaca puisi bagi siswa perlu dipupuk dan ditumbuhkembangkan sebagai satu upaya pembinaan dan pembentukan karakter generasi bangsa, kata Emma saat membuka kegiatan pembacaan 1.000 puisi bencana gempa Sumbar oleh puluhan siswa PAUD, SD dan SLTP di Padang, Selasa.

Pembacaan 1.000 puisi itu merupakan rangkaian dari Pameran Foto Amal Tentang gempa Sumbar yang digelar Komunitas Jurnalis Muda (KJM) Sumbar berlangsung dari 1 Desember 2009- hingga 1 Januari 2010. Sedangkan pembacaan 1.000 puisi berlangsung dari 15 hingga 19 Desember 2009 di pentas utama dalam arena Pameran Foto Gempa Sumbar. Menurut Emma, anak-anak khususnya para pelajar perlu didekatkan dengan kesusastraan itu dan salah satunya dengan menulis dan membaca pusi.

Apabila sejak dini anak sudah mengenal seni sastra, maka sampai dewasa akan dapat menerapkan nilai dan pesan sastra yang terkandung dalam bait-bait puisi, tambahnya. Akan tetapi, menurut dia, pelajaran kesusastraan kini sangat minim di sekolah sehingga sebagian besar pelajar kurang meminatinya. Hal ini terjadi, karena kesusasteraan tidak diperkenalkan dan dipelajari para siswa sejak dini. Hal ini berbeda dengan zaman dahulu dimana tiap siswa itu dapat berpuisi dan menulisnya, katanya.

Tradisi Mendongeng Mulai Hilang

PadangKini.com | Tradisi mendongeng mulai hilang dalam masyarakat. Padahal dongeng sarana paling efektif untuk pembelajaran pada anak. Hal itu dikatakan Kepala Bawasda Kota Padang Sastri Yunizarti Bakry mewakili Pemrov Sumbar saat membuka acara Mendongeng dan Teknik Mendongeng bersama Kak Bimo yang digelar Yayasan Citra Almadina di Hotel Pangeran Beach, Padang, Senin (5/5/2009). "Anak-anak sekarang cenderung main play station, game komputer bahkan game di handphone," katanya. Karena itu, Sastri menyambut baik kegiatan yang digelar Yayasan Citra Almadina, sehingga bisa menghidupkan dan melanggengkan tradisi mendongeng dan bisa menciptakan pendongeng-pendongeng andal.

Ketua Yayasan Citra Almadina Emma Yohana mengatakan, yayasannya tergerak mengadakan kegiatan mendongeng untuk menghidupkan kembali kebiasaan mendongeng kepada anak-anak. "Agar dongeng bisa berkembang, diharapkan ceritanya tidak itu-itu saja, tapi juga dibuat lebih modern," katanya. Dalam acara itu hadir 225 murid taman kanak-kanak dari berbagai TK di Padang, Pariaman, dan Lubuk Basung.Mereka gembira, tertawa dan bertepuk riuh mendengar Kak Bimo berdongeng yang dengan fasih menirukan kokok ayam, deru pesawat terbang, ataupun bunyi sepeda sedang dikayuh.

Rabu, 01 Juli 2009

Prestasi SMA Citra Al Madina Pasaman Barat

"SMA Citra Al Madina Sungai Aur Pasaman Barat Lulus 100 % dan mendapat Peringkat ke-2 Kategori IPS Se Kabupaten Pasaman Barat", demikian berita yang kami kutip dari PADANG EKSPRES (29 Juni 2009). Keluarga Besar PAUD Citra Al Madina & Sekolah Dasar (SD) Citra Al Madina Padang mengucapkan "Selamat & Sukses" kepada Murid-Murid SMA Citra Al Madina Sungai Aur Pasaman Barat (salah satu sub-institusi dibawah Yayasan Citra Al Madina Padang) yang telah berhasil memperoleh hasil membanggakan dan mengharukan : Kelulusan 100 % dalam Ujian Nasional Tahun 2009 dan Rangking 2 untuk Kategori IPS Se-Kabupaten Pasaman Barat.

Ucapan selamat "Daun Keladi" kepada para guru SMA Citra Al Madina Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat. Keberhasilan ini adalah keberhasilan para sahabat kami yang telah mampu bekerja secara maksimal, sehingga para murid-murid tersebut bisa memperoleh hasil yang menggembirakan. Selamat !

Sabtu, 27 Juni 2009

Emma Yohanna dalam Dialog TVRI

Narasumber : Hj. Emma Yohanna/Moderator : Robby Leo/Acara : Ruang Publik/ Tgl Tayang : 31 April 2009/Jam Tayang : 16.00 s/d 17.00. Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat partisipasi anak dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Diantaranya yaitu sarana pendidikan yang terbatas dan tidak merata terutama di pedesaan dan kurangnya pemahaman orang tua tentang pentingnya PAUD. Selain itu, perlu dana yang tidak sedikit untuk biaya pendidikan di TK/RA, kelompok bermain dan semacamnya. Bahkan di kota besar ada TK atau playgroup yang biaya masuknya lebih besar daripada SD dan SMP. Sarana PAUD memang belum merata tersedia di pedesaan. Hal ini mengakibatkan banyak anak yang tidak bisa menikmati pendidikan sejak usia dini. Untuk mendirikan TK atau kelompok bermain memang tidak mudah dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sementara di pedesaan taraf ekonomi masyarakatnya relatif rendah sehingga untuk mendirikan TK menjadi tidak feasible. Dalam bahasa yang lebih sederhana bisa dikatakan “tidak bisa balik modal”. Faktor yang paling penting dalam pendidikan anak sebenarnya adalah orang tua terutama ibu. Bukan berarti seorang bapak tidak perlu bertanggung jawab terhadap pendidikan anaknya. Namun, biasanya dan seharusnya yang lebih banyak di rumah dan mengurus anak adalah ibunya. Untuk itu, pemahaman orangtua tentang pentingnya pendidikan anak usia dini sangat menentukan. Sebagian orangtua berpandangan mereka hanya “wajib” memberikan pendidikan kepada anaknya ketika masuk sekolah formal yaitu SD dan seterusnya. Sedangkan pendidikan anak sebelum usia SD sering diabaikan dan dianggap sebagai “sunnah”.

Biaya yang mahal menjadi salah satu faktor rendahnya tingkat partisipasi dalam PAUD. Dana yang perlu dikeluarkan oleh orangtua yang menyekolahkan anaknya di TK/playgroup memang tidak sedikit. Selain uang masuk yang jumlahnya cukup besar, ditambah lagi dengan uang bulanan. Belum lagi ada tambahan pengeluaran yang bisa menguras kantong yaitu uang untuk berenang, manasik haji, outbound, piknik, wisuda dan lain sebagainya. Hampir setiap bulan ada kegiatan yang membutuhkan biaya tambahan dari orangtua. Pada kondisi ekonomi yang belum kunjung membaik ini, para orangtua akan memprioritaskan pengeluaran dananya hanya untuk kebutuhan yang paling penting dan mendesak saja. Oleh karena itu, jika mereka belum memahami pentingnya PAUD maka dana untuk itu tidak akan pernah menjadi prioritas. Solusi dari masih rendahnya partisipasi dalam pendidikan anak usia dini harus segera direalisasikan agar permasalahan ini tidak terus membesar. Ada beberapa alternatif solusi yang bisa secara simultan dilakukan karena faktor penyebabnya memang tidak tunggal. Diantaranya yaitu peningkatan pemahaman orangtua tentang pentingnya pendidikan anak usia dini, PAUD gratis untuk rakyat miskin serta sosialisasi konsep home schooling sebagai salah satu alternatif model pendidikan. Selain itu, untuk memperdalam informasi bisa dibuat buku saku atau cd/vcd berisi materi yang berkaitan. Tak kalah pentingnya adalah perlu diadakan penyuluhan langsung kepada para orangtua melalui pengajian di majlis taklim, arisan dan lain sebagainya.

Dari Seminar "Kreatifitas Anak Citra Al Madina"

Padang, Kompas - Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Fasli Jalal mengatakan, perhatian terhadap pendidikan anak dini usia masih sangat rendah. Padahal, belajar dari pengalaman negara maju, konsep pembangunan sumber daya manusia (SDM) justru dimulai sejak masa dini usia. Rendahnya kualitas hasil pendidikan di Indonesia selama ini cerminan rendahnya perhatian terhadap pendidikan anak dini usia, sehingga berdampak terhadap rendahnya kualitas SDM Indonesia. "Menurut hasil penelitian Balitbang Depdiknas (tahun 1999), tingginya angka mengulang di kelas awal (kelas I: 13 persen dan kelas II: 8 persen) diduga disebabkan oleh lemahnya pembinaan anak masa dini usia. Artinya, terdapat korelasi positif antara pendidikan prasekolah yang diperoleh dengan kesiapan anak memasuki sekolah," kata Fasli pada seminar "Kreativitas Anak Citra Al-Madina" di Padang, Sabtu (28/4/2009). Fasli berpendapat, untuk meningkatkan kualitas hasil pendidikan dan kualitas SDM, pendidikan anak dini usia harus lebih digalakkan dan ditingkatkan. Saat ini, dari sekitar 12,6 juta anak usia 4-6 tahun, mereka yang tertampung di taman kanak-kanak (TK) baru sekitar 12,6 persen, dan yang tertampung di raudhatul atfal (RA) sekitar 3,2 persen.

Studi Komparasi PAUD Se-Pasaman Barat

Taman Kanak-kanak (TK) Play Group Citra Al-Madina dikunjungi Ikatan Guru TK Kecamatan Sungai Aur Pasaman Barat. Dalam kunjungan tersebut Guru TK diminta untuk berani mempraktekkan kreativitas dalam metode belajar. Yaitu, metode bermain sambil belajar yang diintegrasikan sebagai pendidikan anak mulai dari bercerita, bernyanyi sampai dengan bermain. Kepala TK Citra Almadina Imla Wifra, mengatakan pertemuan tersebut merupakan ajang silaturahmi sekaligus tukar pikiran antar sesama guru TK. Kegiatan yang dihadiri 40 guru TK yang masing-masing merupakan perwakilan 14 TK di Pasaman Barat ini merupakan ajang kedekatan saja. Paling tidak bisa tukar pikiran, katanya kepada Padang TV (Group Padang-Today) Usai pertemuan. Berdesarkan pertemuan itu, Imla Wifra mengakui bahwa guru-guru TK masih belum berani untuk mengembangkan kreativitas itu, meski sebetulnya mereka telah memiliki ilmu dan metode pengajaran yang baik dan merangsang keinginan belajar anak. Sebab, dalam prakteknya para guru cenderung kaku dan marah-marah, katanya.

Ransangan belajar seperti Belajar sambil bermain itu, menurut Imla memang diperlukan semenjak dini. Karena ini berpengaruh pada pertumbuhan anak selanjutnya. �Kalau anak-anak tersebut kurang diberikan permainan dan selalu dipaksa untuk terus belajar dengan metode yang menonton maka anak akan mengalami kejenuhan, kata Imla. Diakui, Imla kalau metode yang ia kembangkan di TK citra Madina pun belum terlalu baik, tetapi setidaknya Imla dengan metode belajar sambil bermain itu telah menandakan adanya pegembangan metode kreativitas yang berarti dan menuntut guru untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada murid-murid.

Sementara itu, Sekretaris IGTK Pasaman Barat, Mayesti mengatakan, usia 0-5 tahun merupakan usia penentu perkembangan anak ke depannya. Jika masa itu anak kurang bahagia maka perkembangan alam pikirannya akan lamban. Makanya, pada usianya ini betul-betul diperlukan asupan kreativitas yaitu belajar sambil bermain, sehingga anak-anak belajar dengan rilek dan tidak kaku. Mayesti bertekat, apa yang ia dapatkan di TK Citra Madina, akan ia konperasi dan kembangkan di Pasaman. Sampai sekarang Pasaman masih jauh tertinggal dibanding TK Citra Madina. Baik dari segi metode balajarnya, maupun sarana dan prasarana. Jadi, ke depan barangkali Citra Madina akan menjadi percontohan beberapa TK yang ada di daerah Pasaman Barat, tukasnya

Paud Citra Al Madina : PAUD Unggulan Nasional

Yayasan Pendidikan Citra Almadina di Jalan Purus I No 8A Padang peroleh sertifikat sebagai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) unggulan nasional dari Depdiknas RI. Citra Almadina menjadi satu-satunya lembaga pendidikan usia dini di Sumbar yang memperoleh penghargaan ini. Secara nasional Depdiknas hanya memilih 10 lembaga pendidikan terbaik. Kasubid Pembinaan Taman Penitipan Anak Direktorat PAUD Depdiknas Tuti Wahyuti, usai Launching TPA Pusat Unggulan PAUD Citra Almadina dan Workshop BCCT di kantor yayasan Citra Almadina, kemaren mengatakan terpilihnya yayasan ini melewati penyaringan yang ketat. Citra Almadina dinilai memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan Depdiknas sebagai PAUD unggulan di indonesia. “Yayasan ini akan menjadi pusat rujukan pendidikan usia dini di Sumbar. Dan sekaligus sebagai tempat melakukan uji coba dan magang,” kata Tuti.

Ketua yayasan, Ema Yohana mengatakan, Yayasan Citra Almadina terpilih sebagai PAUD unggulan pada September 2007 lalu. Sejak ditunjuk Depdiknas sebagai PAUD unggulan, Citra Almadina telah melakukan program-program ungulan pendidikan anak usia dini. Seperti penerapan Beyond Centres and Circle Times (BCCT). “Bentuknya saat ini kita menggelar workshop BCCT untuk pengelola taman penitipana anak (TPA). Sebelumnya Desember lalu, juga sudah digelar workshop BBC untuk guru-guru playgroup,” jelasnya.

Majelis Guru PAUD Citra Al Madina Padang
(Dari Kiri - Kanan : Yanti, Siska Rahayu, Riri, Sofie Elfina, Imla W. Ilham, Indra, Vivit Risnawati, Jameela, Siska Maidona, Alitnawati)

Ibu Emma Yohanna jadi Anggota DPD RI (2009-2014)

Kami, seluruh Majelis Guru, Karyawan, Orang Tua Murid dan Murid PAUD Citra Al Madina Padang, dari hati nan terdalam..... kami ucapkan rasa syukur pada Allah SWT. atas terpilihnya Ibunda Hj. Emma Yohanna (Ketua sekaligus Pemilik Yayasan Citra Al Madina Padang) menjadi anggota DPD RI Periode 2009-2014. Selamat Berjuang Ibunda ............... Rasa bangga kami beriringan dengan do'a semoga Ibunda bisa menjaga amanah ini dengan baik. .............. (dibawah ini kami kutip Keputusan KPU yang dipublikasikan oleh Padang.com).

Padang (ANTARA) - Hasil Rapat Pleno Terbuka Rekapitusi Penghitungan Perolehan Suara Pemilihan Umum DPR, DPD dan DPRD Provinsi Sumatera Barat Tahun 2009 di aula Kantor Gubernur, hingga Jumat (24/4) telah rampung 17 Kota dan Kabupaten. Irman Gusman, yang saat ini menjabat wakil ketua DPD sementara masih unggul dengan memperoleh 196651 suara. Dari 17 kota dan kabupaten, perolehan suara irman tidak kurang 3000 di setiap kota dan Kabupaten. Irman memperoleh suara terbanyak dari kabupaten Agam yakni 29017 suara. Calon perempuan Emma Yohanna berada di urutan kedua dengan perolehan 167209 suara. Kabupaten Pasaman barat merupakan daerah yang paling banyak meraih suara Ema, yaitu 38625, Sedangkan Irman hanya 5540. Urutan ketiga ditempati Riza Falepi, caelg DPD nomor urut 31 yang memperoleh 110307 suara. Riza mengantongi suara paling banyak di kabupaten Agam yang mencapai 18854 suara. Alirman Sori berhasil meraih urutan keempat suara terbanyak dengan 89368 suara. Hingga saat ini kota Padang dan Mentawai merupakan dua daerah yang belum masuk rekapitulasi tersebut. Berikut ini perolehan suara keempat calon di 17 kota/kabupaten di Sumbar.