Kamis, 06 Oktober 2011

Nak .... Mari Berkebun, Mari Cintai Lingkungan

"Berkebun buat anak berkembang potensi inderanya", demikian penggalan kalimat dalam sebuah artikel di salah satu Tabloid keluarga. "Karena itu, ajak-lah anak anda sedari dini ke kebun ataupun berkebun !". Indera penglihatan akan terasah melalui berbagai warna dan bentuk tanaman yang dilihat. Membedakan aroma beragam bunga akan mengasah indera penciumannya. Indera peraba dengan merasakan berbagai tekstur, tanah hingga biji-bijian. Indera pendengaran melalui suara serangga, desir angin dan dedaunan. Bila kemudian kita juga menanam buah dan sayuran, tentunya anak bisa belajar tentang beragam rasa. Untuk anak yang lebih besar, berkebun bisa menjadi sarana belajar yang lebih menyenangkan tentang tumbuhan dan alam, dibandingkan belajar teori semata. Dengan melakukan dan melihat langsung tentang cara menanam dan proses pertumbuhan tanaman, teori-teori abstrak yang ada di buku pun menjadi hidup dan nyata sehingga lebih mudah dimengerti.

Jika mengajak anak berkebun, salah satu risiko yang dihadapi adalah anak menjadi kotor karena bermain tanah dan juga air. Namun justru itulah unsur menyenangkan bagi anak, dan bisa menjadi daya tarik untuk berkebun. Kalau terlalu banyak ‘peraturan’, anak pun malas melakukannya. Tekankan pada mereka bahwa tidak semua benih tanaman akan tumbuh dan tidak semua tanaman akan sukses menghasilkan bunga. Bila gagal, mereka bisa belajar proses mana yang kurang tepat sehingga hasilnya bisa lebih baik. Ternyata, berkebun tak hanya menambah pengetahuan, tapi juga mendorong anak untuk mencintai lingkungan sejak dini. Ayo, ajarkan anak Anda untuk berkebun!





Kegiatan outing PAUD Citra Al Madina Padang ke Kebun Sayur-Sayuran di pinggiran Kota Padang (Kebun Karunia Allah SWT.). Sepulang dari outing, anak-anak-pun membawa sayur-sayuran, masing-masing satu ikat.

Sumber foto : FB Imla W. Ilham/Eriyanti Rusdi-2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar